Aneh, Bentrokan di Ambon Bertepatan dengan Moment 11 September

 Ada yang aneh dengan bentrokan yang terjadi di Ambon, Ahad (11/9) lalu. Keanehan itu bisa dirasakan, ketika insiden berdarah itu bertepatan dengan moment 11 September, sebuah peristiwa yang mengguncang warga Amerika Serikat dan masyarakat internasional. Ada upaya untuk mensetting dari moment 11 September tersebut.

Demikian dikatakan Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis, SpOT kepada voa-islam menanggapi bentrok fisik dua kelompok massa yang dipicu oleh tewasnya seorang tukang ojek bernama Darmin Saiman, Sabtu (10/9) lalu.

Continue Reading

Rusuh Ambon, Warga Muslim masih mengungsi

Pasca rusuh di Ambon, Ahad (11/09/2011), ratusan kaum Muslimin masih mengungsi di dua masjid, yakni Masjid Al Fatah, dan Masjid Raya Al Fatah. Sementara itu, korban meninggal sudah mencapai 7 orang, dan korban kritis di UGD Al-Fatah berjumlah 7 orang. Demikian laporan koresponden Arrahmah.com di TKP, Senin (12/09/2011).

Rusuh Ambon, Kondisi sudah kondusif?

Gubernur Maluku, Karel Albert Rahalu mengatakan bahwa situasi di Ambon telah kondusif sejak semalam, sebagaimana disiarkan live di TV One, Senin (12/09/2011).

Continue Reading

Gerakan Theosofi dan Kaum Adat di Minangkabau

 Artawijaya
Penulis buku “Gerakan Theosofi di Indonesia” dan “Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara” Pustaka Al-Kautsar, Jakarta

 

Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketika itu hanyalah ingin menghapus adat istiadat yang bertentangan dengan akidah Islam.

Gerakan Theosofi tak hanya ada di Tanah Jawa. Di Minangkabau, Sumatera Barat, organisasi kebatinan Yahudi ini juga memiliki banyak pengikut. Terutama mereka yang dididik di sekolah-sekolah milik pemerintah kolonial, elit setempat yang memiliki kedekatan dengan Belanda, dan para penganut tarekat. Para penganut tarekat menganggap Theosofi sama dengan tasawuf, sebagaimana anggapan ini juga pernah hinggap pada Haji Agoes Salim yang sempat menjadi anggota Theosofi dan kemudian keluar dari keanggotaan setelah mengetahui tujuan sesungguhnya dari Theosofi yang tidak sejalan dengan Islam. Haji Agoes Salim bahkan pernah menerjemahkan buku berjudul “Kitab Theosofi” yang ditulis oleh tokoh Theosofi dunia, Charles Webster Leadbeater.

Continue Reading

Ambon ricuh, Ambon Berdarah Jilid II?

Ambon ricuh. Perang batu terjadi di kawasan Talake dan Waringin, Ambon, Ahad (11/09/2011). Menurut beberapa sumber, kericuhan dipicu kematian seorang tukang ojek yang diamuk massa kelompok tertentu. Kerusuhan akhirnya meluas hingga perang batu, bahkan perang tembakan. Suasana sempat mencekam dan membuat warga panik hingga mengungsi ke sejumlah masjid. Apakah kericuhan ini hanya bentrok antar warga biasa atau merupakan Ambon berdarah Jilid II?

Tewasnya tukang ojek sebagai pemicu?

Continue Reading

Motivator: “Pendidikan karakter pencegah lenyapnya moral bangsa”

Jika tidak ingin moral bangsa ini lenyap dalam 20 tahun ke depan sebaiknya pemerintah dan seluruh civitas akademika mengedepankan pendidikan karakter di tingkat perguruan tinggi, demikian pendapat Motivator ternama Indonesia, Ary Ginanjar Agustian.

“Bukan lagi demonstrasi, tapi sudah diatas demonstrasi, arahnya sudah bisa dikatakan anarkis. 20-50 tahun kedepan kalau mereka jadi pejabat apa yang terjadi dengan bangsa kita,” ungkapnya di depan pimpinan perguruan tinggi, tokoh pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Sulsel dalam dialog publik bertajuk “Revitalisasi Karakter Masyarakat Sulsel Berbasis Kearifan Lokal” di Makassar, Jumat (9/9/2011).

Continue Reading

Keutamaan Mendapati Takbiratul Ihram Imam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah, shallallahu ‘alihi wasallam beserta keluarga dan para sahabatnya.

Terlepas dari perbedaan pendapat tentang wajib atau tidaknya shalat berjama’ah, yang jelas shalat berjama’ah memiliki banyak keutamaan di bandingkan dengan shalat sendirian. Bukan hanya keutamaan yang terpaut antara 25 atau 27 derajat, orang yang melakukan shalat berjama’ah akan mendapatkan ampunan dosa dari setiap langkahnya menuju masjid. Bahkan siapa yang menjaga shalat berjama’ah hingga tidak pernah tertinggal dari takbiratul ihram imam selama 40 hari, maka ia akan mendapat penjagaan Allah dari melakukan kenifakan sehingga di akhirat akan terbebas dari api neraka.

Continue Reading

Orang-orang yang Merugi Saat Ramadhan Pergi

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Ramadhan telah menemani kita sebulan penuh. Tiba saatnya dia pergi. Walau berat, kita pun harus rela berpisah dengannya. Padahal, di bulan itu banyak kebaikan, rahmat, dan keberkahan yang ditawarkan. Di dalamnya, hamba Allah yang beriman, memiliki kesempatan besar mengejar ketertinggalan pahala pada hari-hari sebelumnya. Ia pun bisa mengubur dosa-dosa dan kesalahannya di hari-hari lalu. Bahkan, ada Lailatul Qadar, di mana satu malam lebih mulia dari seribu bulan. Amal kebaikan di dalamnya nilainya lebih baik daripada amal serupa dikerjakan selama seribu bulan yang tak ada Lailatul Qadar di dalamnya. Subhanallah, anugerah besar bagi kaum mukminin. Namun, ternyata tak semua orang Islam bisa menyukurinya. Juga tak semua bisa sabar menahan diri dari kesibukannya terhadap dunia dan aktifitas dosa-dosa, guna mengisinya dengan meningkatkan ibadah, shaum, shalat, tilawah, sedekah dan lainnya. Sehingga saat Ramadhan pergi ia menjadi manusia yang merugi. Kenapa bisa? Karena ia tak mampu memetik pahala dan memanen ganjaran yang berlimpah. Bahkan kesalahan-kesalahannya tak juga dihapuskan, sedangkan dosa-dosanya belum jua diampuni.

Continue Reading