<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pondok Pesantren Islam Haji Miskin</title>
	<atom:link href="http://hajimiskin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hajimiskin.wordpress.com</link>
	<description>Pusat Pendidikan &#38; Informasi Islam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 06:44:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hajimiskin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/85dfc20f8a086f8d1380541c4f573cdf?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Pondok Pesantren Islam Haji Miskin</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hajimiskin.wordpress.com/osd.xml" title="Pondok Pesantren Islam Haji Miskin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hajimiskin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aneh, Bentrokan di Ambon Bertepatan dengan Moment 11 September</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/12/aneh-bentrokan-di-ambon-bertepatan-dengan-moment-11-september/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/12/aneh-bentrokan-di-ambon-bertepatan-dengan-moment-11-september/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 10:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[ Ada yang aneh dengan bentrokan yang terjadi di Ambon, Ahad (11/9) lalu. Keanehan itu bisa dirasakan, ketika insiden berdarah itu bertepatan dengan moment 11 September, sebuah peristiwa yang mengguncang warga Amerika Serikat dan masyarakat internasional. Ada upaya untuk mensetting dari moment 11 September tersebut. Demikian dikatakan Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis, SpOT kepada voa-islam menanggapi bentrok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=325&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignleft" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/aparat-2.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" alt="" width="355" height="235" /></div>
<p><strong> </strong>Ada yang aneh dengan bentrokan yang terjadi di Ambon, Ahad (11/9) lalu. Keanehan itu bisa dirasakan, ketika insiden berdarah itu bertepatan dengan moment 11 September, sebuah peristiwa yang mengguncang warga Amerika Serikat dan masyarakat internasional. Ada upaya untuk mensetting dari moment 11 September tersebut.</p>
<p>Demikian dikatakan Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis, SpOT kepada <em>voa-islam</em> menanggapi bentrok fisik dua kelompok massa yang dipicu oleh tewasnya seorang tukang ojek bernama Darmin Saiman, Sabtu (10/9) lalu.</p>
<p><span id="more-325"></span></p>
<p>Tewasnya Darmin Saiman, si tukang ojek di kawasan Gunung Nona, tentu membuat reaktif umat Islam di Ambon. Mengingat,  Gunung Nona merupakan  kawasan yang banyak dihuni oleh kalangan Nasrani. Tidak aneh, tewasnya Darmin menimbulkan reaksi yang begitu cepat. Diperparah lagi, banyak desa-desa Muslim yang diserang, bahkan ada masjid yang dibakar.</p>
<p>“Saya melihat, ada upaya untuk mengalihkan isu. Ketika pemerintah telah kehabisan isu, isu teroris tak lagi menarik, maka diciptakanlah isu yang bisa mengalihkan masalah,” ujar Joserizal Jurnalis yang pernah bertugas melakukan pertolongan dalam beberapa wilayah konflik, antara lain di Maluku, Mindanao, Afghanistan, Irak, dan Gaza.</p>
<p>Kabar yang Joserizal dengar dari pihak keluarga korban, helm milik tukang ojek yang tewas itu dalam keadaan utuh, tapi kepalanya pecah karenanya adanya benturan pukulan. Begitu juga ada luka tusuk di punggungnya.</p>
<p>Dengan kabar ini, menunjukkan bahwa tewasnya Darmin Saiman bukan dikarenakan kecelakaan, seperti dijelaskan oleh pihak kepolisian, melainkan dibunuh. Karena itu, Joserizal mendesak pihak kepolisian agar melakukan otopsi ulang dan menjelaskan kepada publik dan media dengan sejujur-jujurnya, tentang apa yang sesungguhnya terjadi.</p>
<p>Menurut Joserizal, pemicu yang sebetulnya sepele itu, menjadi penyebab kerusuhan di Ambon acapkali terjadi. Dahulu, awalnya juga dipicu oleh pengemudi angkot yang berkelahi. Ditambah lagi, karakter orang Ambon yang begitu panasan dan mudah terpancing.</p>
<p><img src="http://www.voa-islam.com/photos2/Joserizal-Jurnalis-ok.jpg" alt="" width="169" height="214" /></p>
<p><strong>Pelagandong Pendekatan Kolonial</strong></p>
<p>Ketika ditanya, kenapa Ambon selalu menjadi kelinci percobaan untuk diciptakan sebagai kawasan konflik antara kelompok Islam dan Kristen? Joserizal menilai, Ambon adalah pintu masuk para penjajah untuk menguasai Maluku. Sikap frustasi penjajah bisa dirasakan ketika mereka selalu gagal berkonkonfrontasi dengan kekuatan senjata. Lalu digunakanlah pendekatan kultural, yakni tradisi Pela Gandong. Boleh dibilang, Pela Gandong inilah upaya penjajah Belanda untuk meredam aksi jihad umat Islam untuk melakukan perlawanan .</p>
<p>Terkait bentrok fisik di Ambon yang menyebabkan kaum muslimin terancam, masjid dibakar, desa-desa kawasan Muslim diserang, banyak ikhwan yang mulai  merapatkan barisan kembali untuk melindungi kaum muslimin di Ambon.</p>
<p>Namun, Joserizal minta kepada umat Islam, terutama para ikhwan, agar bersabar lebih dulu. Ia berpesan, agar jangan cepat terpancing. Bisa saja, ini adalah jebakan dan pancingan dari pihak yang tidak senang dengan Islam. Bila kita terpancing, bisa saja umat Islam yang bersemangat untuk membela saudaranya di Ambon, akan dihabisi dengan menggunakan isu teroris.</p>
<p>Joserizal belum bisa memastikan, situasi di Ambon bisa kembali redam. Menurutnya, itu bergantung penanganan pihak aparat agar bentrokan tidak meluas ke mana-mana. “Terpenting adalah mengupayakan untuk memberi ganti rugi kepada pihak korban yang kebanyakan menimpa umat Islam.”</p>
<p>Pasca bentrokan Ambon, Joserizal mengaku telah diminta masyarakat di sana untuk datang ke Ambon. Tapi, kata Joserizal, ia akan melihat 1-2 hari ini. Jika dalam dua hari Ambon belum kondusif, ia akan mengatakan ke datang Ambon. <strong>(Desastian)</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/berita-aktual/'>Berita Aktual</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=325&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/12/aneh-bentrokan-di-ambon-bertepatan-dengan-moment-11-september/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/aparat-2.jpg&#38;h=235&#38;w=355&#38;zc=1" medium="image" />

		<media:content url="http://www.voa-islam.com/photos2/Joserizal-Jurnalis-ok.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rusuh Ambon, Warga Muslim masih mengungsi</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/12/rusuh-ambon-warga-muslim-masih-mengungsi/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/12/rusuh-ambon-warga-muslim-masih-mengungsi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 06:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Pasca rusuh di Ambon, Ahad (11/09/2011), ratusan kaum Muslimin masih mengungsi di dua masjid, yakni Masjid Al Fatah, dan Masjid Raya Al Fatah. Sementara itu, korban meninggal sudah mencapai 7 orang, dan korban kritis di UGD Al-Fatah berjumlah 7 orang. Demikian laporan koresponden Arrahmah.com di TKP, Senin (12/09/2011). Rusuh Ambon, Kondisi sudah kondusif? Gubernur Maluku, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=322&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://static.arrahmah.net/images/stories/2011/09/Ambon-Masih-Mencekam.jpg"><img class="alignleft" src="http://static.arrahmah.net/images/_t/r_w_285/stories/2011/09/Ambon-Masih-Mencekam.jpg" alt="" width="285" height="247" /></a></div>
<p>Pasca rusuh di Ambon, Ahad (11/09/2011), ratusan kaum Muslimin masih mengungsi di dua masjid, yakni Masjid Al Fatah, dan Masjid Raya Al Fatah. Sementara itu, korban meninggal sudah mencapai 7 orang, dan korban kritis di UGD Al-Fatah berjumlah 7 orang. Demikian laporan koresponden Arrahmah.com di TKP, Senin (12/09/2011).</p>
<p><strong>Rusuh Ambon, Kondisi sudah kondusif?</strong></p>
<p>Gubernur Maluku, Karel Albert Rahalu mengatakan bahwa situasi di Ambon telah kondusif sejak semalam, sebagaimana disiarkan live di TV One, Senin (12/09/2011).</p>
<p><span id="more-322"></span></p>
<p>“Kondisi sudah pulih, datangnya pasukan akan mengisi dan melokalisir daerah yang dianggap rawan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, koresponden Arrahmah.com memberitakan, bahwa pagi ini, Senin (12/09/2011) dia terpaksa harus berjalan kaki selama 1,5 jam, karena tidak ada satu angkutan umum pun yang melintas, untuk menuju ke Masjid Al Fatah. Menurutnya situasi di Ambon masih mencekam, dan masih banyak pengungsi Muslim di kedua masjid, yakni Masjid Al Fatah dan Masjid Raya Al Fatah.</p>
<p>Sementara itu, kondisi di RS Al Fatah lebih mencekam lagi, dimana korban tewas sudah mencapai 7 orang, dan 7 orang dalam kondisi kritis dan dirawat di UGD AL Fatah. Sayangnya, sebagaimana diungkapkan oleh Koresponden Arrahmah.com di TKP, fihak RS Al Fatah tidak mau terbuka dalam menginformasikan jumlah sebenarnya korban rusuh di Ambon yang pecah kemarin, Ahad (11/09/2011).</p>
<p><strong>Aparat berjaga, Muslimin siaga</strong></p>
<p>Hingga pagi ini, aparat keamanan masih menjaga ketat seluruh ruas jalan, terutama yang menghubungkan dua fihak yang bertikai, yakni di kawasan Trikora, kawasan Mangga Dua, dan kawasan Waringin Talake.</p>
<p>Kawasan Batu Gantung, Waringin, dikenal sebagai kawasan Muslim, yang pada hari Ahad kemarin (11/09/2011) rata dengan tanah karena dibakas massa. Para pengungsi Muslim yang saat ini memadati Masjid Al Fatah dan Masjid Raya Al Fatah sebagian besar berasal dari kawasan Waringin ini. Hingga saat ini kaum Muslimin masih berjaga-jaga dan bersiap siaga mempertahankan saudara-saudaranya di masjid tersebut.</p>
<p>Pagi ini, sebagian warga, sebagaimana dilaporkan detikcom, masih enggan beraktivitas seperti biasa. Rata-rata PNS, pegawai swasta atau pedagang masih memilih untuk meliburkan diri. Mereka juga masih khawatir kalau harus melewati ruas jalan yang Ahad kemarin menjadi tempat kericuhan.</p>
<p>“Kami belum berani lewat,” ujar Effendi, warga Talake.</p>
<p>Sementara itu, insiden kembali terjadi tadi malam, Ahad (11/09/2011) di Baru Merah yang berhadapan langsung dengan Mardika. Terjadi tembakan dari Brimob yang mengenai warga Muslim di Batu Merah. Dikabarkan satu orang anak kecil  tewas dan tiga orang mengalami luka-luka, ujar Koresponden Arrahmah.com pagi ini, Senin (12/09/2011).</p>
<p>Kejadian ini tentu masih mengkhawatirkan dan jauh dari suasana kondusif yang didengungkan dan dikabarkan beberapa media. Kaum Muslimin sangat berkepentingan dengan informasi yang valid dari bumi Ambon, tidak ditutup-tutupi, dan tidak dimanipulasi. Termasuk mengungkap secara jelas dan tegas pemicu kerusuhan di Ambon kali ini, dan mengusut tuntas para pelakunya.</p>
<p>Hal ini mengingat kaum Muslimin tidak ingin terulang kembali Tragedi Ambon Berdarah, dimana kaum Muslimin dibantai begitu saja. Semoga Allah SWT., selalu memberi kekuatan dan kemenangan kepada kaum Muslimin. Insya Allah!</p>
<p>(M Fachri/arrahmah.com)</p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/berita-aktual/'>Berita Aktual</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=322&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/12/rusuh-ambon-warga-muslim-masih-mengungsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.arrahmah.net/images/_t/r_w_285/stories/2011/09/Ambon-Masih-Mencekam.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Theosofi dan Kaum Adat di Minangkabau</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/gerakan-theosofi-dan-kaum-adat-di-minangkabau/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/gerakan-theosofi-dan-kaum-adat-di-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 23:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[ Artawijaya Penulis buku &#8220;Gerakan Theosofi di Indonesia&#8221; dan &#8220;Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara&#8221; Pustaka Al-Kautsar, Jakarta &#160; Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketika itu hanyalah ingin menghapus adat istiadat yang bertentangan dengan akidah Islam. Gerakan Theosofi tak hanya ada di Tanah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=318&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> <img class="alignleft" src="http://www.suara-islam.com/news/images/stories/datuk%20sutan%20maharadja.jpg" alt="" width="214" height="297" align="left" /><strong>Artawijaya<br />
Penulis buku &#8220;Gerakan Theosofi di Indonesia&#8221; dan &#8220;Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara&#8221; Pustaka Al-Kautsar, Jakarta<br />
</strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketika itu hanyalah ingin menghapus adat istiadat yang bertentangan dengan akidah Islam.</em></p>
<p>Gerakan Theosofi tak hanya ada di Tanah Jawa. Di Minangkabau, Sumatera Barat, organisasi kebatinan Yahudi ini juga memiliki banyak pengikut. Terutama mereka yang dididik di sekolah-sekolah milik pemerintah kolonial, elit setempat yang memiliki kedekatan dengan Belanda, dan para penganut tarekat. Para penganut tarekat menganggap Theosofi sama dengan tasawuf, sebagaimana anggapan ini juga pernah hinggap pada Haji Agoes Salim yang sempat menjadi anggota Theosofi dan kemudian keluar dari keanggotaan setelah mengetahui tujuan sesungguhnya dari Theosofi yang tidak sejalan dengan Islam. Haji Agoes Salim bahkan pernah menerjemahkan buku berjudul &#8220;Kitab Theosofi&#8221; yang ditulis oleh tokoh Theosofi dunia, Charles Webster Leadbeater.</p>
<p><span id="more-318"></span>Sebagaimana di Tanah Jawa, penganut Theosofi di Minangkabau juga memiliki kedekatan dengan pemerintah Belanda. Mereka juga terlibat dalam permusuhan dengan kelompok Islam, utamanya mereka yang menginginkan ajaran Islam bersih dari unsur-unsur tradisi dan adat istiadat yang bukan berasal dari Islam atau yang bertentangan dengan Islam. Di Sumatera Barat, tokoh kaum adat yang menginginkan tradisi tetap berada di atas hukum syariat, adalah mereka yang tercatat sebagai penganut organisasi Theosofi. Sedangkan mereka yang menginginkan tradisi Minangkabau bersih dari unsur-unsur bid&#8217;ah, khurafat, dan takhayul yang berasal dari tradisi di luar Islam, disebut sebagai kaum muda Islam. Namun, kaum adat menyebut mereka yang ingin mengadakan pemurnian ajaran Islam ini dengan sebutan &#8220;Kelompok Paderi&#8221; atau &#8220;penganut Wahabi&#8221;.</p>
<p>Dalam sejarah tercatat, mereka yang dituduh sebagai pewaris gerakan Paderi dan pembawa paham Wahabi, serta penentang kelompok adat adalah Syekh Abdul Karim Amrullah (ayah dari Buya Hamka), Haji Miskin, Haji Abdullah Ahmad, Syekh Djamil Djambek, dan Syekh Achmad Khatib. Mereka sendiri tidak pernah menyebut dirinya sebagai kelompok Wahabi dan tak pernah juga menyatakan dirinya sebagai pewaris gerakan Paderi. Semua label itu diberikan oleh kaum adat, yang pada masa lalu khawatir bahwa adat istiadat, tradisi dan budaya Minangkabau tergerus dengan syariat Islam. Namun begitu, kelompok yang dituduh sebagai penganut Wahabi berhasil menjadikan Minangkabau sebagai wilayah yang kental dengan nuansa syariat Islam, dengan semboyannya yang terkenal hingga kini: <em>Adat Basandi Syara&#8217;, Syara&#8217; Basandi Kitabullah!<br />
</em><br />
Siapa tokoh penganut Theosofi di Sumatera Barat? Diantara tokoh kaum adat yang juga penganut Theosofi adalah Datuk Sutan Maharadja. Selain penganut Theosofi, Sutan Maharadja juga dikabarkan sebagai penganut Tarekat Martabat Tujuh. Datuk Sutan Maharadja yang bernama asli Mahyudin lahir pada 27 November 1862 di daerah Sulit Air, Solok, Sumatera Barat. Ia menamatkan pendidikan di <em>Europeesche Lagere School (ELS), </em>sekolah elit yang kebanyakan muridnya anak-anak tuan-tuan Belanda. Sutan Maharadja bisa mengenyam pendidikan di sekolah tersebut karena kedekatan ayahnya dengan pemerintah kolonial. Seperti keterangan sejarawan Deliar Noer, Sutan Maharadja dikenal sengit dalam menentang kelompok Islam.</p>
<p>Ayah Sutan Maharadja bernama Datuk Bandaro. Sosok sang ayah dikenal sangat memusushi ulama dan menjunjung tinggi adat istiadat. Datuk Bandaro mengkhawatirkan sepak terjang para ulama yang berusaha memurnikan ajaran Islam dari tradisi dan adat istiadat di luar Islam, sebagai pewaris gerakan Paderi atau penganut Wahabi yang ingin menghapuskan adat dan tradisi Minangkabau. Padahal, apa yang dilakukan para ulama ketika itu, sekadar membersihkan Minangkabau dari adat dan tradisi yang bertentangan dengan Islam. Para ulama ketika itu dengan tegas menyatakan bahwa Islam yang merupakan jati diri rakyat Minangkabau harus bersih dari adat dan tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.</p>
<p>Datuk Sutan Maharadja terinspirasi dengan Gerakan Turki Muda <em>(Young Turk Movement)</em> yang dipelopori oleh seorang Yahudi Dunamah anggota Freemason, Mustafa Kemal At-Taturk. Karena terinspirasi dengan revolusi yang terjadi di Turki, Sutan Maharadja kemudian mendirikan kelompok kaum adat dengan tujuan menjaga kelestarian adat istiadat Minangkabau dan menjauhkannya dari pengaruh Kesultanan Aceh, yang pada masa lalu sangat menjalin erat dengan Khilafah Utsmaniyah di Turki. Oleh para pendukungnya, Sutan Maharadja kemudian mendapat gelar &#8220;Datuk Bangkit&#8221; karena usahanya untuk membangkitkan kembali adat istiadat Aceh, yang menurutnya pada masa lalu sudah tercemar oleh pengaruh kesultanan Aceh.</p>
<p>Datuk Sutan Maharadja selalu menyatakan dirinya sebagai penganut Theosofi. Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan Barat dan perlunya menjaga keteguhan adat istiadat Minangkabau dari pengaruh luar, khususnya Aceh yang berjuluk &#8220;Serambi Makkah.&#8221; Untuk melawan gerakan kaum muda yang ia sebut sebagai pewaris &#8220;Kelompok Paderi dan Wahabi&#8221; ia dan beberapa bangsawan Minangkabau kemudian mendirikan Sarikat Adat Alam Minangkabau (SAAM) pada 1916.</p>
<p>Untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan mengkonter pemahaman yang ia sebut sebagai &#8220;Wahabi&#8221;, Sutan Maharadja kemudian mendirikan Surat Kabar Oetoesan Melayoe pada 1911. Dalam slogannya, surat kabar ini menulis, <em>&#8220;Tegoehlah Setia Perserikatan Hati Antara Anak Bangsa Anak Negeri dengan Orang Wolanda (Belanda, red)&#8221;</em>. Dengan slogan ini, jelaslah bahwa <em>Oetoesan Melayoe </em>sangat pro terhadap pemerintah kolonial Belanda, dan dalam artikel-artikelnya juga sangat jelas mendukung pemerintah Hindia Belanda.</p>
<p>Sutan Maharadja menyerang kelompok kaum muda lewat tulisan-tulisannya di surat kabar yang ia pimpin. Ia dengan tegas menolak upaya kaum muda dengan ajaran-ajaran syariatnya yang ingin menghapus adat dan tradisi Minangkabau. Pertentangan ini sampai membuat Haji Abdullah Ahmad, tokoh Islam yang disebut Wahabi oleh Sutan Maharadja, menyebut kelompok kaum adat, terutama Sutan Maharadja sendiri, <em>&#8220;Tak tentu agamanya dan tak tentu adatnya.&#8221;</em></p>
<p>Selain Sutan Maharadja, tokoh kelompok Sarikat Alam Adat Minangkabau (SAAM) yang menjadi anggota Theosofi adalah Abdul Karim. Selain menolak penegakkan syariat Islam, pada masa lalu SAAM juga menolak pelajaran Islam masuk dalam sekolah-sekolah di Minangkabau. Mereka khawatir, pelajaran agama Islam yang masuk ke sekolah-sekolah adalah pelajaran yang mengadopsi pemahaman Wahabi yang bisa menjadi ancaman bagi adat istiadat masyarakat Minangkabau.</p>
<p>Untuk menolak pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah, kaum adat kemudian membuat artikel di Surat Kabar Oetoesan Melayoe pada 28 Oktober 1918. Mereka menulis,&#8221;Relakah orang-orang Theosofi seperti Engku A Karim dan lain-lain bila anak kemenakan beliau itu akan dapat pelajaran agama Islam di sekolah, yaitu kalau yang diajarkan agama Islam itu hanya fekah (fikih) atau hukum syara&#8217; saja? Kecuali kalau yang akan diajarkan di sekolah itu ialah pelajaran yang perbaikan hati, pensucian hati, supaya berhati suci dan berhati mulia. Sedang sekolah-sekolah agama Islam yang diadakan sekarang kalau cuma namanya saja yang sekolah agama Islam, padahal yang diajarkan melainkan hukum syara&#8217; atau fikih saja. Pendeknya, yang diajarkan adalah <em>Arabich Cultuur (Kultur Arab).&#8221;</em></p>
<p>Selain memuat penolakan terhadap pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah, kaum adat yang dimotori oleh Sutan Maharadja juga membuat fitnah dengan mengatakan bahwa sekolah Adabiah yang dikelola oleh Haji Abdullah Ahmad memungut biaya yang sangat mahal kepada anak-anak didiknya. Kemudian, dengan bahasa yang sangat menjilat kaum adat meminta kepada pemerintah Belanda untuk membangun sekolah <em>HIS (Holland Inlands School)</em> lainnya di Minangkabau.</p>
<p>Pada masa lalu, di Minangkabau kelompok yang disebut pewaris Kelompok Paderi dan penganut paham Wahabi memang menolak keberadaan Theosofi dan kelompok-kelompok tarekat lainnya yang dianggap berseberangan dengan akidah Islam. Untuk membantah kelompok kaum muda yang disebut Wahabi, Sutan Maharadja kemudian membuat sebuah tulisan di Oetoesan Melayoe pada 11 Juni 1917 dengan judul &#8220;Theosofie dan SAAM (Sarikat Alam Adat Minangkabau&#8221;. Ia menulis, &#8220;&#8230;sepanjang kata murid Haji Abdullah Ahmad itu, Theosofi dikatakan sebagai agama baru. Dikatakan agama baru oleh murid Haji Abdullah Ahmad, karena pada gurunya tak ada ilmu tasauf dan tidaklah ia tahu bahwa ilmu tasauf itu bukanlah agama baru, melainkan sudah sejak dari zaman Nabi Adam. Theo itu artinya &#8220;Allah&#8221;. Sofie itu artinya ilmu. Jadi Theosofie itu ilmu Allah, ma&#8217;rifatullah&#8230;&#8221; demikian tulis Sutan Maharadja.</p>
<p>Benarkah Theosofi itu tasauf dan ilmu mengenal Allah? Dalam buku <em>The Key to Theosophy,</em> Blavatsky mengatakan, Theosofi adalah<em> the wisdom religion</em> (agama kebijaksanaan) yang berusaha mempersatukan agama-agama dalam sebuah “Kesatuan Hidup” yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan Theosofi, kata Blavatsky, sama dengan apa yang dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Ammonius Saccas, yang berusaha mengajak para <em>gentiles/goyim</em> (non Yahudi), para pemeluk Kristen, pemuja dewa-dewa, untuk mengenyampingkan tuntutan mereka dengan mengingat bahwa mereka memiliki kebenaran yang sama. Agama menurutnya, adalah tunas-tunas dari batang pohon yang sama, yaitu<em> the wisdom religion.</em></p>
<p>Theosofi mempunyai menyatukan agama-agama dalam sebuah puncak persaudaraan universal, yang pada ujungnya justru menihilkan sama sekali agama-agama yang ada. Karena, masing-masing orang tidak boleh merasa agamanya yang paling benar, dan masing-masing orang harus mengakui bahwa semua agama sama, menuju pada yang sama, dan mengabdi pada kemanusiaan. Theosofi adalah perkumpulan sinkretisme yang kemudian banyak melahirkan istilah-istilah baru, seperti agama kemanusiaan, agama budi, agama kemerdekaan, agama universal dan lain-lain. Dan, atas nama &#8220;menjaga kearifan lokal masa lalu&#8221; kelompok Theosofi pada masa lalu juga berusaha menjadikan nilai-nilai tradisi berada di atas agama. Jadi, agama tak boleh mengalahkan tradisi. Inilah yang juga menjadi sikap Datuk Sutan Maharadja, yang berusaha mati-matian untuk menjaga agar adat istiadat dan tradisi tak terhapus oleh ajaran-ajaran yang dibawa oleh syara&#8217;.</p>
<p>Jika Sutan Maharadja memang anggota Theosofi sejati, tentu ia sangat tahu siapa saja pendiri Theosofi, apa latarbelakangnya, dan bagaimana ajaran-ajarannya. Jika ia sudah tahu tapi masih menjadi penganut Theosofi, maka bisa dipastikan ia tak lain adalah kepanjangan tangan pemerintah kolonial, yang pada masa lalu banyak dari elit-elitnya adalah anggota Theosofi dan Freemason. Sebagai aliran kebatinan Yahudi yang memiliki banyak pemahaman sesat seperti pluralisme agama, kesatuan wujud hamba dengan Tuhan <em>(manunggaling kawula gusti),</em> kesatuan Tuhan bagi semua agama-agama yang ada, tentu Theosofi sangat berbahaya bagi masyarakat Minangkabau yang begitu berurat berakar dengan jatidiri keIslamannya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/analisis/'>Analisis</a>, <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=318&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/gerakan-theosofi-dan-kaum-adat-di-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suara-islam.com/news/images/stories/datuk%20sutan%20maharadja.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ambon ricuh, Ambon Berdarah Jilid II?</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/ambon-ricuh-ambon-berdarah-jilid-ii/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/ambon-ricuh-ambon-berdarah-jilid-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 23:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Ambon ricuh. Perang batu terjadi di kawasan Talake dan Waringin, Ambon, Ahad (11/09/2011). Menurut beberapa sumber, kericuhan dipicu kematian seorang tukang ojek yang diamuk massa kelompok tertentu. Kerusuhan akhirnya meluas hingga perang batu, bahkan perang tembakan. Suasana sempat mencekam dan membuat warga panik hingga mengungsi ke sejumlah masjid. Apakah kericuhan ini hanya bentrok antar warga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=313&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><a href="http://static.arrahmah.net/images/stories/2011/09/Ambon-Berdarah.jpg"><img class="alignleft" src="http://static.arrahmah.net/images/_t/r_w_285/stories/2011/09/Ambon-Berdarah.jpg" alt="" width="285" height="213" /></a></div>
</div>
<p><strong></strong>Ambon ricuh. Perang batu terjadi di kawasan Talake dan Waringin, Ambon, Ahad (11/09/2011). Menurut beberapa sumber, kericuhan dipicu kematian seorang tukang ojek yang diamuk massa kelompok tertentu. Kerusuhan akhirnya meluas hingga perang batu, bahkan perang tembakan. Suasana sempat mencekam dan membuat warga panik hingga mengungsi ke sejumlah masjid. Apakah kericuhan ini hanya bentrok antar warga biasa atau merupakan Ambon berdarah Jilid II?</p>
<p><strong>Tewasnya tukang ojek sebagai pemicu?</strong></p>
<p><span id="more-313"></span></p>
<p>Segera setelah Ambom dikabarkan ricuh, Mabes Polri melansir penyebab kericuhan tersebut, yakni akibat seorang warga yang mengalami kecelakaan tunggal, yang selanjutnya si pengemudi diamuk massa tertentu.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikan oleh Kabareskim Mabes Polri, Komjen Pol Sutarman, di Mabes Polri, Ahad (11/9/2011) petang.</p>
<p><em>“Ada seorang tukang, sebenarnya kecelakaan tunggal. Tapi malah digebukin kelompok tertentu sehingga terjadi balas dendam,”</em> ujarnya.</p>
<p>Sayangnya, tidak dijelaskan detail “tukang” apa yang dimaksud dan mengapa orang tersebut lalu diamuk massa. Yang jelas, orang tersebut akhirnya tewas di TKP, dan Sutarman mengatakan bahwa bentrokan terjadi setelah acara pemakaman selesai.</p>
<p>Sumber Arrahmah.com di Ambon menginformasikan bahwa “tukang” yang menjadi pemicu ricuh di Ambon adalah seorang tukang ojek Muslim, dan lokasi tewasnya adalah di kawasan Gunung Nona yang dikenal sebagai kawasan kelompok tertentu, yakni Nasrani.</p>
<p>Masih menurut sumber Arrahmah.com, kawasan Batu Gantung, Waringin, yang dikenal sebagai kawasan Muslim bahkan kini sudah rata dengan tanah akibat kerusuhan alias dibakar oleh massa. Kaum Muslimin pun akhirnya harus mengungsi ke kompleks Waihaong, Silalu, dan ke masjid Al Fatah. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan kaum Muslimin, khususnya bila mengingat tragedi Ambon di masa lalu (Tragedi I’edul Fitri Kelabu) dimana kaum Muslimin dibantai dengan sadis, dan kita tidak ingin hal tersebut terulang lagi. Untuk itu, Arrahmah.com akan terus memantau dan meminta konfirmasi langsung berita-berita terbaru dari Ambon, Insya Allah.<strong></strong></p>
<p><strong>Suasana masih mencekam?</strong></p>
<p>Kericuhan di Ambon, dikabarkan sempat mencekam warga. Suara tembakan membuat warga panik, dan mengungsi ke sejumlah masjid, mencari perlindungan. Sebagaimana diberitakan detikcom, Ahad (11/09/2011), warga mengungsi untuk mencari perlindungan. Mereka membawa sanak famili mencari tempat aman. Warga yang panik mengungsi ke sejumlah masjid, seperti masjid Raya Al Fatah, Ambon, dan Masjid Jami Kota Ambon.</p>
<p>Info dari TKP yang diterima Arrahmah.com memberitakan bahwa pasca tukang ojek yang dibunuh di kampung Kristen terjadi, massa kaum Muslimin berkonsentrasi di desa Waihong, daerah perbatasan untuk memblokir jalan dan melakukan sweeping warga kristen. Dikabarkan pula, Gereja Silo rusak dan kini dijaga ketat.</p>
<p>Menjelang malam, ricuh Ambon dikabarkan sudah mulai mereda, dan suara tembakan sudah tidak terdengar lagi. Meski demikian, kedua kelompok massa dikabarkan masih bertahan pada posisi masing-masing.</p>
<p>Koresponden Arrahmah.com di TKP menceritakan bahwa menjelang sore ini terdapat 60 orang Muslim luka-luka akibat bentrokan yang terjadi. Bahkan korban yang berjatuhan terus bertambah.</p>
<p>Seorang warga bernama Fauzi menyatakan, saat ini sudah ada petugas kepolisian yang ditempatkan di lokasi bentrokan untuk meredam massa.</p>
<p><em> ”Mudah-mudahan tidak merambat, karena ini seperti mengulang luka lama kerusuhan yang lalu,”</em> ujarnya.</p>
<p>Tentu saja, kaum Muslimin di negeri ini tidak menginginkan terjadinya kembali Ambon Berdarah Jilid II. Untuk itu, Arrahmah.com akan berusaha mendapatkan informasi <em>up date</em> dan tervalid dari kaum Muslimin disana. Insya Allah!</p>
<p>(M Fachry/arrahmah.com)</p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/berita-aktual/'>Berita Aktual</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=313&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/ambon-ricuh-ambon-berdarah-jilid-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.arrahmah.net/images/_t/r_w_285/stories/2011/09/Ambon-Berdarah.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Motivator: &#8220;Pendidikan karakter pencegah lenyapnya moral bangsa&#8221;</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/motivator-pendidikan-karakter-pencegah-lenyapnya-moral-bangsa/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/motivator-pendidikan-karakter-pencegah-lenyapnya-moral-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 00:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Jika tidak ingin moral bangsa ini lenyap dalam 20 tahun ke depan sebaiknya pemerintah dan seluruh civitas akademika mengedepankan pendidikan karakter di tingkat perguruan tinggi, demikian pendapat Motivator ternama Indonesia, Ary Ginanjar Agustian. “Bukan lagi demonstrasi, tapi sudah diatas demonstrasi, arahnya sudah bisa dikatakan anarkis. 20-50 tahun kedepan kalau mereka jadi pejabat apa yang terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=307&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://static.arrahmah.net/images/stories/2011/09/ary-ginanjar.jpg"><img class="alignleft" src="http://static.arrahmah.net/images/_t/r_w_285/stories/2011/09/ary-ginanjar.jpg" alt="" width="285" height="324" /></a></div>
<p><strong></strong>Jika tidak ingin moral bangsa ini lenyap dalam 20 tahun ke depan sebaiknya pemerintah dan seluruh civitas akademika mengedepankan pendidikan karakter di tingkat perguruan tinggi, demikian pendapat Motivator ternama Indonesia, Ary Ginanjar Agustian.</p>
<p>“Bukan lagi demonstrasi, tapi sudah diatas demonstrasi, arahnya sudah bisa dikatakan anarkis. 20-50 tahun kedepan kalau mereka jadi pejabat apa yang terjadi dengan bangsa kita,” ungkapnya di depan pimpinan perguruan tinggi, tokoh pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Sulsel dalam dialog publik bertajuk “Revitalisasi Karakter Masyarakat Sulsel Berbasis Kearifan Lokal” di Makassar, Jumat (9/9/2011).</p>
<p><span id="more-307"></span></p>
<p>Menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa yang kerap berakhir anarkis khususnya di Sulsel, ia berpendapat hal tersebut sudah mengarah pada pembentukan karakter, sehingga harus segera diakhiri. Ary  mengemukakan, moral bangsa ini hanya bisa bagus apabila pola pendidikan tidak hanya mengedepankan kecerdasan intelektual, tetapi harus dipadukan dengan kecerdasan emosional dan spiritual.</p>
<p>“Harus memandang serius, ini bukan hanya merusak moral, tapi juga politik dan ekonomi. Krisis moral luar biasa. Ekonomi tumbuh pesat, tapi moral hancur apakah ini yang diinginkan?. Kita jadi homo homini lupus,” ucapnya.</p>
<p>Sebagai penguat pendapatnya ia mencontohkan kerusakan moral generasi bangsa Indonesia dari peningkatan tajam pengguna narkoba yakni 3,5 juta di 2008, 4,5, juta di 2009, dan 6 juta di 2010, hingga fenomena larisnya kondom jelang pengumuman Ujian Akhir Nasional tingkat SMU.</p>
<p>Ary menggambarkan pendidikan di Indonesia ibarat gunung di tengah lautan yang hanya memperhatikan di atas permukaan saja, sementara di bawah permukaan diabaikan, yang suatu saat gunung tersebut akan runtuh karena bagian bawah terkikis oleh ombak.</p>
<p>“Kalau intelektual terpisah dengan emosional dan spiritual maka akan lahir anarkis. Berbahaya kalau seseorang yang cerdas, yang paham Undang-Undang tapi moral rusak. Manusia yang lebih berbahaya dari bom atom. Setiap tahun berapa universitas yang memproduksi orang-orang seperti ini,” ucapnya.</p>
<p>Meskipun kerap terjadi demonstrasi anarkis, Ary tidak sependapat jika mahasiswa Sulsel terus-menerus disalahkan, sebab dibalik itu, lanjut dia, karakter masyarakat Sulsel setara dengan karakter orang Jepang.</p>
<p>“Konsep Jepang hanya dimiliki Sulsel, masalahnya tidak dikelola, bocor sana-sini,” ucapnya</p>
<p>Konsep “Siri Napacce” yang menjadi karakter masyarakat Sulsel, jika dipadukan dalam kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, disebut Ary adalah energi besar yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan negara.</p>
<p>Senada dengan Ary, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Prof DR Halide juga tidak sependapat jika mahasiswa yang terus disalahkan saat terjadi demo anarkis, ia bahkan meminta aparat kepolisian agar tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan.</p>
<p>Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh media massa untuk berhenti menyajikan berita-berita yang memuat aksi unjuk rasa mahasiswa yang berakhir anarkis. (ans/arrahmah.com)</p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=307&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/motivator-pendidikan-karakter-pencegah-lenyapnya-moral-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.arrahmah.net/images/_t/r_w_285/stories/2011/09/ary-ginanjar.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Mendapati Takbiratul Ihram Imam</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/keutamaan-mendapati-takbiratul-ihram-imam/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/keutamaan-mendapati-takbiratul-ihram-imam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 00:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah, shallallahu &#8216;alihi wasallam beserta keluarga dan para sahabatnya. Terlepas dari perbedaan pendapat tentang wajib atau tidaknya shalat berjama&#8217;ah, yang jelas shalat berjama&#8217;ah memiliki banyak keutamaan di bandingkan dengan shalat sendirian. Bukan hanya keutamaan yang terpaut antara 25 atau 27 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=298&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignleft" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/Shalat_jamaah_voa.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" alt="" width="355" height="235" /></div>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah, <em>shallallahu &#8216;alihi wasallam</em> beserta keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Terlepas dari perbedaan pendapat tentang wajib atau tidaknya shalat berjama&#8217;ah, yang jelas shalat berjama&#8217;ah memiliki banyak keutamaan di bandingkan dengan shalat sendirian. Bukan hanya keutamaan yang terpaut antara 25 atau 27 derajat, orang yang melakukan shalat berjama&#8217;ah akan mendapatkan ampunan dosa dari setiap langkahnya menuju masjid. Bahkan siapa yang menjaga shalat berjama&#8217;ah hingga tidak pernah tertinggal dari takbiratul ihram imam selama 40 hari, maka ia akan mendapat penjagaan Allah dari melakukan kenifakan sehingga di akhirat akan terbebas dari api neraka.</p>
<p><span id="more-298"></span></p>
<p>Imam at Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik <em>radhiallahu &#8216;anhu</em>, ia mengatakan, Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wassalam</em> bersabda:</p>
<p><strong>مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ </strong></p>
<p>&#8220;<em>Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbiratul pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.</em>&#8221; (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani di kitab Shahih Al Jami’ II/1089, Al-Silsilah al-Shahihah: IV/629 dan VI/314).</p>
<p><strong>Makna Terbebas dari Kenifakan dan Neraka</strong></p>
<p>Al-&#8217;Allamah al-Thiibi <em>rahimahullah</em> menjelaskan hadits ini, ”Ia dilindungi di dunia ini dari melakukan perbuatan kemunafikan dan diberi taufiq untuk melakukan amalan kaum ikhlas. Sedangkan di akhirat, ia dilindungi dari adzab yang ditimpakan kepada orang munafik dan diberi kesaksian bahwa ia bukan seorang munafik. Yakni jika kaum munafik melakukan shalat, maka mereka shalat dengan bermalas-malasan. Dan keadaannya ini berbeda dengan keadaan mereka.” (Dinukil dari Tuhfatul Ahwadzi I/201).</p>
<p>Di dalam hadits ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan keutamaan dan janji di atas:</p>
<ul>
<li>Melaksanakan shalat dengan ikhlash untuk Allah.</li>
<li>Shalat tersebut dilaksanakan dengan berjama&#8217;ah.</li>
<li>Menjaga jama&#8217;ah selama 40 hari (sehari semalam).</li>
<li>Mendapatkan takbiratul ihramnya imam secara berturut-turut.</li>
</ul>
<p><strong>40 Hari berturut-turut atau Boleh Berselang?</strong></p>
<p>Banyak yang bertanya-tanya tentang perincian dari 40 hari dalam hadits di atas. Apakah harus 40 hari berturut-turut atau boleh berselang?.</p>
<p>Dzahir hadits menunjukkan syarat untuk terus-menerus selama 40 hari, tanpa diselang dengan absen dari jama&#8217;ah atau terlambat. Hal tersebut didukung oleh hadits yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam <em>Syu&#8217;abul Iman</em>, dari Anas bin Malik <em>radliyallah &#8216;anhu</em>:</p>
<p><strong>مَنْ وَاظَبَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَةِ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً لا تَفُوْتُهُ رَكْعَةٌ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا بَرَاءَتَيْنِ، بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ</strong></p>
<p>&#8220;<em>Siapa yang menekuni (menjaga dengan teratur) shalat-shalat wajib selama 40 malam, tidak pernah tertinggal satu raka&#8217;atpun maka Allah akan mencatat untuknya dua kebebasan; yaitu terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan.</em>&#8221; (HR. Al-Baihaqi, Syu&#8217;abul Iman, no. 2746)</p>
<p>Kata &#8220;<em>Muwadhabah</em>&#8221; menuntut dilakukan berturut-turut dan tidak diselang dengan absen dari berjama&#8217;ah atau <em>masbuq </em>(terlambat) sehingga tidak mendapatkan takbiratul ihram imam.</p>
<p>Kesimpulannya, pahala yang disebutkan dalam hadits hanya bagi orang yang telah melaksanakan shalat berjama&#8217;ah selama 40 hari dan mendapatkan takbiratul ihram imam secara terus menerus. Dan diharapkan bagi setiap orang yang berusaha mendapatkan takbiratul ihram imam dalam jama&#8217;ah mana saja (di masjid jami&#8217; atau di mushala) supaya mendapatkan pahala yang dijanjikan itu dan tidak dikurangi sedikitpun. Tapi, tidak diragukan lagi seseorang mendapatkan pahala sesuai dengan kemampuannya. &#8220;<em>Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik</em>&#8220;. Dan semoga Allah menyampaikannya pada niatnya, karena amal bergantung kepada niat. Dan jika dia ingin betul mendapatkan keutamaan khusus yang tertera dalam hadits, hendaknya dia memulai lagi yang baru untuk mendapatkannya dengan memenuhi syarat yang telah disebutkan di atas.</p>
<blockquote><p>Pahala yang disebutkan dalam hadits hanya bagi orang yang telah melaksanakan shalat berjama&#8217;ah selama 40 hari dan mendapatkan takbiratul ihram imam secara terus menerus.</p></blockquote>
<p><strong>Makna Takbiratul Ihram Imam</strong></p>
<p>Ada yang berpendapat, di antaranya Mula al-Qaari dalam <em>al-Mirqah</em>, bahwa maksud mendapatkan takbiratul ihram imam bisa mengandung makna mendapatkan raka&#8217;at pertama imam, yaitu sebelum imam ruku&#8217;. Yang berarti dia mendapatkan shalat secara lengkap dan sempurna bersama jama&#8217;ah yang ditandai dengan mendapatkan rakaat pertama. Namun menurut pengarang Tuhfah al Ahwadzi, bahwa pemahaman ini jauh dari benar. Yang lebih rajih adalah memahaminya sesuai dengan dzahir nashnya. Hal ini sesuai dengan perkataan Abu Darda&#8217; <em>radliyallah &#8216;anhu</em> secara marfu&#8217; ke Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em>,</p>
<p><strong>لِكُلِّ شَيْءٍ أَنْفٌ ، وَإِنَّ أَنْفَ الصَّلَاةِ التَّكْبِيرَةُ الْأُولَى فَحَافِظُوا عَلَيْهَا</strong></p>
<p>&#8220;<em>Setiap sesuatu memiliki permulaan. Dan permulaan shalat adalah takbir pertama (takbiratul ihram), maka jagalah takbir pertama itu.</em>&#8221; (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah)</p>
<blockquote><p>Mendapat Takbiratul Ihram Imam: Mengikuti shalat berjama&#8217;ah dari awal dan bertakbiratul ihram mengikuti takbiratul Ihram Imam.</p></blockquote>
<p>Para ulama salaf sangat memperhatikan persoalan ini. Mereka benar-benar menjaga shalat berjama&#8217;ah dan mendapatkan takbiratul ihramnya imam.</p>
<p>Sa&#8217;id bin Musayyib pernah berkata, &#8220;Aku tidak pernah ketinggalan takbir pertama dalam shalat (berjama&#8217;ah) selama 50 tahun. Aku juga tidak pernah melihat punggung para jama&#8217;ah, karena aku berada di barisan terdepan selama 50 tahun.&#8221; (Hilyah Auliya: 2/163)</p>
<p>Dalam keterangan yang lain beliau pernah menyatakan, &#8220;Sejak tiga puluh tahun, tidaklah seorang mu&#8217;adzin mengumandangkan adzan kecuali aku sudah berada di masjid.&#8221;</p>
<p>Muhammad bin Sama&#8217;ah at Tamimi <em>rahimahullah</em> menyatakan selama empat puluh tahun tidak pernah tertinggal takbiratul ihramnya imam, kecuali ketika ibunya meninggal.&#8221;</p>
<p>Orang yang bersemangat untuk mendapatkan takbiratul ihram imam dalam setiap shalat menunjukkan kuatnya agama atau keimanan orang tersebut. Karenanya, hendaknya seorang muslim mendidik dirinya untuk menjaga syiar Islam yang agung ini, memperhatikan dan menjaga shalat berjamaah serta berusaha mendapatkan takbir pertama imam.</p>
<p>Semoga Allah mencatatkan untuk kita pahala yang besar dan terbebas dari kenifakan dan siksa neraka, sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Menerima taubat.</p>
<h2></h2>
<p>Oleh: Badrul Tamam</p>
<p>(PurWD/voa-islam.com)</p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=298&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/11/keutamaan-mendapati-takbiratul-ihram-imam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/Shalat_jamaah_voa.jpg&#38;h=235&#38;w=355&#38;zc=1" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Orang-orang yang Merugi Saat Ramadhan Pergi</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/03/orang-orang-yang-merugi-saat-ramadhan-pergi/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/03/orang-orang-yang-merugi-saat-ramadhan-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 12:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Ramadhan telah menemani kita sebulan penuh. Tiba saatnya dia pergi. Walau berat, kita pun harus rela berpisah dengannya. Padahal, di bulan itu banyak kebaikan, rahmat, dan keberkahan yang ditawarkan. Di dalamnya, hamba Allah yang beriman, memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=285&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignleft" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/bersedih_voa.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" alt="" width="355" height="235" /></div>
<h2></h2>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Ramadhan telah menemani kita sebulan penuh. Tiba saatnya dia pergi. Walau berat, kita pun harus rela berpisah dengannya. Padahal, di bulan itu banyak kebaikan, rahmat, dan keberkahan yang ditawarkan. Di dalamnya, hamba Allah yang beriman, memiliki kesempatan besar mengejar ketertinggalan pahala pada hari-hari sebelumnya. Ia pun bisa mengubur dosa-dosa dan kesalahannya di hari-hari lalu. Bahkan, ada Lailatul Qadar, di mana satu malam lebih mulia dari seribu bulan. Amal kebaikan di dalamnya nilainya lebih baik daripada amal serupa dikerjakan selama seribu bulan yang tak ada Lailatul Qadar di dalamnya. Subhanallah, anugerah besar bagi kaum mukminin. Namun, ternyata tak semua orang Islam bisa menyukurinya. Juga tak semua bisa sabar menahan diri dari kesibukannya terhadap dunia dan aktifitas dosa-dosa, guna mengisinya dengan meningkatkan ibadah, shaum, shalat, tilawah, sedekah dan lainnya. Sehingga saat Ramadhan pergi ia menjadi manusia yang merugi. Kenapa bisa? Karena ia tak mampu memetik pahala dan memanen ganjaran yang berlimpah. Bahkan kesalahan-kesalahannya tak juga dihapuskan, sedangkan dosa-dosanya belum jua diampuni.</p>
<p><span id="more-285"></span></p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> pernah naik ke atas mimbar. Lalu beliau mengucapkan Amiin sebanyak tiga kali. Sebagian sahabat bertanya, &#8220;Engaku mengaminkan apa?&#8221; Kemudian Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> memberikan jawabannya, salah satunya:</p>
<p>وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ</p>
<p>&#8220;<em>Amat merugi/hina seseorang yang Ramadhan masuk padanya kemudian Ramadhan pergi sebelum diampuni dosanya.</em>&#8221; (HR. al-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, al-Thabrani, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami&#8217;, no. 3510)</p>
<p>Ya, orang yang merugi adalah mereka yang dosanya belum terampuni setelah Ramadhan berlalu. Mereka itu yang boleh jadi berpuasa dan qiyamnya, namun di saat yang sama tak mampu meninggalkan berkata dusta, berbuat nista, menyia-nyiakan waktu dan kesempatan serta yang semisalnya. Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> bersabda,</p>
<p>مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَه</p>
<p>&#8220;<em>Siapa yang tak meninggalkan berkata dan berbuat dusta serta perbuatan bodoh, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.</em>&#8221; (HR. al-Bukhari dan Abu Dawud dengan lafadz miliknya) ini merupakan kinayah/kiasan bahwa Allah tiak menerima puasa semacam itu, sebagaimana yang diutarakan Ibnu Bathal dalam Subulus Salam.</p>
<p><strong>Tanda Sukses Ramadhan</strong></p>
<p>Sesungguhnya orang yang gagal dalam mengarungi Ramadhan adalah mereka yang tak terbangun ketakwaan dalam dirinya. Padahal tujuan dan hikmah utama dari puasa Ramadhan agar agar pelakunya senantiasa bertakwa. Yakni bertakwa saat menjalankan puasa dan takwa itu berlanjut sesudahnya. Oleh sebab itu, kalimat yang digunakan dalam ayat shiyam adalah <em>Fi&#8217;il Mudhari&#8217;</em>, kata kerja yang menunjukkan masa sekarang dan akan datang yang memiliki faidah <em>lil istimrar </em>(untuk sesuatu yang kontinyu). Artinya takwa itu berlanjut dan terjaga hingga sesudah Ramadhan berlalu.</p>
<p>Sesungguhnya balasan terbesar yang diberikan kepada hamba beriman dan beramal shalih adalah Allah memberinya petunjuk untuk mengerjakan amal shalih lainnya. Ini pula yang akan didapatkan orang yang diterima amal puasanya. Keterangan ini kita dapatkan dari balasan sabar, di mana orang yang sabar saat ditimpa musibah, ridha akan ketetapan Allah, dan berharap pahala atas musibah itu, maka Allah akan memberinya petunjuk.</p>
<p>مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ</p>
<p>&#8220;<em>Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.</em>&#8221; (QS. Al-Thaghabun: 11)</p>
<p>Imam Ibnu Katsir <em>rahimahullah </em>berkata dalam menafsirkan ayat di atas, &#8220;Maksudnya: dan siapa yang ditimpa musibah, lalu ia menyadari itu terjadi dengan qadha&#8217; Allah dan qadar-Nya, lalu ia bersabar, berharap pahala, dan menerima dengan lapang terhadap ketetapan Allah itu, maka Allah beri petunjuk kepada hatinya dan memberikan ganti yang lebih baik dari dunia yang luput darinya dengan petunjuk dalam hatinya serta keyakinan yang benar. Boleh jadi, Allah memberi ganti dari apa yang telah diambil-Nya yang lebih baik darinya.&#8221;</p>
<p>Cukup jelas dari ayat di atas, bersabar menjadi sebab datangnya petunjuk. Dan balasan terbaik dari kesabaran adalah dilimpahkannya petunjuk dari Allah Ta&#8217;ala. Sementara shaum dan sabar, ibarat dua mata uang yang tak bisa dipisahkan. Bahkan dalam pelaksanaan shaum terkumpul tiga macam kesabaran, yaitu sabar dalam melaksanakan perintah Allah, sabar dalam meninggalkan larangan-Nya, dan sabar atas musibah yang datang dari-Nya. Dan siapa yang berpuasa Ramadhan dengan benar maka Allah akan senantiasa melimpahkan hidayah kepada-Nya untuk menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan-larangan. Dengan kata lain, Allah akan membantunya untuk bertakwa kepada-Nya. Ini sangat selaras dengan tujuan dan hikmah puasa di atas.</p>
<blockquote><p>. . . bersabar menjadi sebab datangnya petunjuk. Dan balasan terbaik dari kesabaran adalah dilimpahkannya petunjuk dari Allah Ta&#8217;ala. . .</p></blockquote>
<p><strong>Hidayah Adalah Balasan Terbesar</strong></p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala<em> </em>berfirman;</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ<strong> </strong></p>
<p>&#8220;<em>Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.</em>&#8221; (QS. Yunus: 9)</p>
<p>Perpaduan antara iman dengan konsekuaensi dan tuntutannya, berupa amal shalih, -yang mancakup amal dzahir dan batin- yang dikerjakan dengan ikhlash dan <em>mutaba&#8217;ah</em> (mengikuti sunnah) akan menjadi sebab datangnya hidayah, &#8220;<em>mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya</em>&#8220;. Maksudnya: Dengan adanya iman yang benar dalam diri mereka tersebut, Allah membalas dengan pahala teragung untuk mereka, yaitu hidayah. Sehingga Allah mengajarkan kepada mereka apa saja yang berguna untuk mereka dan menganugerahkan amal-amal shalih yang menetas dari hidayah itu. Dengan hidayah tersebut, ia bisa memahami ayat-ayat Allah yang kauniyah maupun qur&#8217;aniyah. Sementara dalam mengarungi hidup di dunia, ia terbimbing untuk meniti <em>shirathal mustaqim</em> dan komitmen di atasnya. Adapun hidayah yang akan diraihnya di akhirat, negeri pembalasan, ia terbimbing untuk meniti jalan yang menghantarkan ke <em>Jannatun Na&#8217;im</em>. Sehingga sempurnalah hidayah yang ia peroleh sebagai balasan dari keimanan yang berpadu dengan amal shalih tadi.</p>
<p>Dalam pelaksanaan shaum Ramadhan juga demikian, Allah panggil hamba-hamba-Nya yang akan dikenakan kewajiban shiyam dengan panggilan iman. Artinya, bahwa keimanan merekalah yang distimulun untuk menjalankan shiyam. Pembenaran mereka kepada Allah dan syariat-Nya yang penuh dengan hikmah dan kebaikan yang bidik agar mendorongnya untuk menegakkan perintah dan menjauhi larangan dalam pelaksanaan shiyam.</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون</p>
<p>&#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa</em>.&#8221; (QS. Al-Baqarah: 183)</p>
<p>Hadits tentang amal-amal Ramadhan juga menunjukkan, iman dan hanya berharap pahala kepada Allah semata menjadi syarat untuk mendapatkan pahala besar dan ampunan. Misalnya dalam Shahihain, syarat seseorang mendapatkan pahala berlipat tanpa batas karena ia meninggalkan kesenangan dan makannya karena Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. Dan dalam hadits di Shahihain lainnya, Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> bersabda,</p>
<p>مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ<strong> </strong></p>
<p>&#8220;<em>Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.</em>&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<blockquote><p>. . . . kesuksesan seseorang dalam pelaksanaan shiyam Ramadhan adalah dengan ia mendapatkan hidayah dari Allah untuk menjadi hamba Allah yang bertakwa. . . .</p></blockquote>
<p>Sehingga dapat disimpulkan, kesuksesan seseorang dalam pelaksanaan shiyam Ramadhan adalah dengan ia mendapatkan hidayah dari Allah untuk menjadi hamba Allah yang bertakwa. Hamba Allah yang senantiasa dibimbing oleh hidayah Islam, dengan ia dipahamkan akan urusan dien dan diberi taufik untuk menjalankannya. Karena hidayah yang hakiki adalah yang mengandung dua hal ini; <em>Ma&#8217;rifatul Haq Wal &#8216;Amal Bihi</em> (mengetahui kebenaran dan mengamalkannya). Oleh karena itu, seseorang yang merugi sesudah Ramadhan pergi adalah siapa yang gagal dalam melaksanakan ibadah Ramadhan sehingga ia tak mendapat ampunan dosa dan tak mendapatkan hidayah yang membimbingnya untuk lebih baik dan bertakwa. Semoga Allah tidak menjadikan kita sebagai bagian dari orang-orang yang meruhi saat Ramadhan pergi.</p>
<p>Oleh: Badrul Tamam</p>
<p>[PurWD/voa-islam.com]</p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=285&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/09/03/orang-orang-yang-merugi-saat-ramadhan-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/bersedih_voa.jpg&#38;h=235&#38;w=355&#38;zc=1" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Shalat Awwabin?</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/05/28/apa-itu-shalat-awwabin/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/05/28/apa-itu-shalat-awwabin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 10:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada rasul yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam, Nabi kita Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya. Istilah shalat awwabin mungkin belum terlalu familiar, karena jarang digunakan dan dijelaskan. Padahal beberapa hadits menyebutkannya. Oleh sebab itu kami menyusun tulisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=279&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignleft" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/shalat-awwabin.gif&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" alt="" width="355" height="235" /></div>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada rasul yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam, Nabi kita Muhammad <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>, beserta keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Istilah shalat awwabin mungkin belum terlalu familiar, karena jarang digunakan dan dijelaskan. Padahal beberapa hadits menyebutkannya. Oleh sebab itu kami menyusun tulisan ini untuk menjelaskannya. Terlebih ada pertanyaan pembaca voa-islam.com yang ditujukan kepada redaksi melalui pesan singkat SMS yang menanyakannya. &#8220;Ustad Apakah Shalat Awwabin itu dan apa perbedaannya dengan shalat sunnah rawatib,&#8221; isi pertanyaan tersebut.</p>
<p><strong>Makna Awwabin </strong></p>
<p><span id="more-279"></span></p>
<p>Kata <em>Awwabin</em> jama&#8217; (bentuk plural) dari <em>Awwab</em>, maknanya: orang yang taat, yang kembali kepada ketaatan. (Lihat Syarh Shahih Muslim li an-Nawawi no. 1237)</p>
<p>Menurut Syaikh al-Mubarakfuuri dalam Ithaful Kiram, ta&#8217;liq atas Bulughul Maram hal. 112, maknanya adalah <em>Al-Raja&#8217;</em> (yang banyak kembali), maksudnya: orang yang banyak kembali kepada Allah Ta&#8217;ala dengan melaksanakan kebaikan-kebaikan dan hasanat (kebajikan) serta meninggalkan <em>perbuatan</em>-perbuatan munkar dan buruk.&#8221;</p>
<p>Menurut Imam al-Shan&#8217;ani <em>rahimahullah</em>, &#8220;Al-Awwab adalah yang banyak kembali kepada Allah Ta&#8217;ala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa dan melaksanakan perbuatan-perbuatan baik.&#8221; (Subul al-Salam: 2/293 dari Maktabah Syamilah)</p>
<p><strong>Apa Maksud Shalat Awwabin?</strong></p>
<p>Istilah shalat <em>Awaabin</em> digunakan untuk menyebut shalat Dhuha. Ini terdapat dalam hadits Zaid bin Arqam , ia berkata: Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> pernah pergi ke penduduk Qubba&#8217; pada saat mereka mengerjakan shalat Dhuha. Lalu beliau bersabda,</p>
<p><strong>صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتْ الْفِصَالُ مِنْ الضُّحَى</strong></p>
<p>&#8220;<em>Shalat Awwabin adalah apabila anak onta sudah merasa kepananasan di waktu Dhuha.</em>&#8221; (HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi. Lafadz milik Imam Ahmad)</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em>, ia berkata:</p>
<p>أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَبِالْوِتْرِ قَبْلَ النَّوْمِ وَبِصَلَاةِ الضُّحَى فَإِنَّهَا صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ</p>
<p>&#8220;<em>Kekasihku Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dari setiap bulan, shalat witir sebelum tidur, dan dari shalat Dhuha, maka sungguh itu adalah shalatnya awwabin <em>(shalatnya orang-orang yang banyak taat kepada Allah)</em></em>.&#8221; (HR. Ahmad dan Ibnu Huzaimah. Syaikh al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib. Dan dalam Irwau; Ghalil beliau mengatakan, &#8220;Dikeluarkan Imam Ahmad: 2/505 dari al-&#8217;Awwam. Sanadnya shahih sesuai syarat Syaikhain. . .&#8221;)</p>
<p>Shalat awwabin pada dua hadits di atas adalah shalat Dhuha. &#8220;Shalat Awwabiin adalah shalat Dhuha yang dikerjakan sebanyak 2 rakaat, empat rakaat, enam rakaat, atau delapan rakaat semenjak matahari sudah meninggi sampai mendekati waktu Dhuhur, dan mengakhirkannya sampai matahari sudah sangat memanas adalah lebih utama.&#8221; Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid yang dinukil dari <a href="http://www.imanway.com/">www.imanway.com</a>.</p>
<p>Beliau mendasarkan pada hadits Muslim dari Zaid bin Arqam di atas,&#8221;Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> pernah pergi ke penduduk Qubba&#8217; pada saat mereka mengerjakan shalat (Dhuha). Lalu beliau bersabda,</p>
<p><strong>صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتْ الْفِصَالُ مِنْ الضُّحَى</strong></p>
<p>&#8220;<em>Shalat Awwabin adalah apabila anak onta sudah merasa kepananasa di waktu Dhuha.</em>&#8220;</p>
<p>Dalam riwayat Imam Ahmad, dari Zaid bin Arqam,</p>
<p>أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى مَسْجِدِ قُبَاءَ أَوْ دَخَلَ مَسْجِدَ قُبَاءَ بَعْدَمَا أَشْرَقَتْ الشَّمْسُ فَإِذَا هُمْ يُصَلُّونَ فَقَالَ إِنَّ صَلاةَ الأَوَّابِينَ كَانُوا يُصَلُّونَهَا إِذَا رَمِضَتْ الْفِصَالُ</p>
<p>&#8220;<em>Bahwasanya Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam datang ke masjid Qubba&#8217; atau masuk ke dalam masjid Qubba&#8217; sesudah matahari terbit yang pada saat itu mereka sedang mengerjakan shalat. Lalu beliau bersabda, &#8220;Sesungguhnya shalatnya  awwaabin (orang yang banyak taan kepada Allah) yang mereka mengerjakannya apabila anak onta sudah kepanasan.</em>&#8220;</p>
<p>Maksud <strong>رَمِضَتْ الْفِصَالُ</strong> (anak onta sudah kepanasan) adalah matahari sudah sangat panas sampai memanaskan tanah dan pasir sehingga panasnya itu dirasakan oleh kaki anak-anak onta. Hal itu tidak terjadi kecuali pada saat matahari sudah meninggi dan mendekati pertengahan siang. Hal itu terjadi beberapa menit menjelang tergelincirnya matahari, sekitar seperempat jam menjelang adzan Dzuhur. Dan pada waktu inilah pelaksanaan shalat Dhuha yang paling utama. (lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal: 1/85-86)</p>
<p>Imam Nawawi berkata, &#8220;Dan faidah di dalamnya (hadits tersebut): utamanya shalat (Dhuha) pada waktu ini. Para shahabat kami berkata: Ia merupakan waktu shalat dhuha yang paling utama, walaupun boleh dikerjakan sejak terbitnya matahari hingga waktu zawal (tergelincirnya matahari di tengah hari).&#8221; (Syarah Shahih Muslim li an-Nawawi, hadits no. 1237)</p>
<p>Syaikh Mubarakfuuri mengatakan, &#8220;Dan hadits tersebut memberi faidah untuk mengakhirkan shalat Dhuha sampai menjelang pertengahan siang.&#8221; (Lihat Bulughul maram dg ta&#8217;liqnya Ithaful Kiram: hal. 112)</p>
<p>Dari al-Qasim al-Syaibani, bahwasannya Zaid bin Arqam melihat suatu kaum yang sedang melaksanakan shalat di waktu dhuha, maka ia berkata:</p>
<p>أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ</p>
<p>“<em>Tidakkah mereka mengetahui bahwasannya shalat di selain waktu ini lebih utama? Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam telah bersabda: “Shalat Awwabiin dilakukan saat anak onta kepanasan.</em>” (HR. Muslim)</p>
<p>Pengingkaran Zaid bin Arqam ini bukanlah merupakan pengingkaran terhadap keberadaan shalat Dhuha di awal siang. Akan tetapi pengingkaran Zaid bin Arqam ini adalah agar supaya orang-orang melakukannya ketika matahari telah meninggi sehingga mereka mendapatkan pahala yang lebih besar, karena waktu pelaksanaan shalat Dhuha (Shalat Awwabiin) yang paling utama adalah ketika matahari telah memanas. Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam.</p>
<p><strong>Kenapa Disebut Shalat Awwabin?</strong></p>
<p>Dinamakannnya shalat yang dikerjakan pada waktu tersebut dengan shalat awwabin, karena pada saat itu jiwa ini cenderung untuk istirahat, maka sibuk mengerjakan shalat di dalamnya lebih mengutamakan mencari ridha Allah Ta&#8217;ala dari pada menuruti keinginan jiwa. (Lihat Bulughul Maram dengan Ta&#8217;liqnya Ithaful Kiram, hal. 112)</p>
<p><strong>Shalat Awwabin adalah Shalat antara Maghrib dan Isya&#8217;</strong></p>
<p>Ada beberapa ulama yang menyebut shalat di antara maghrib dan Isya&#8217; adalah shalat awwabin. Jumlah rakaatnya berlainan; dari dua rakaat, empat rakaat, enam rakaat, sepuluh rakaat, sampai dua puluh rakaat. Hanya saja riwayat-riwayat yang dijadikan sandaran tidak ada yang shahih dari Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>. Padahal sebagaimana yang diketahui bahwa asal dari ibadah adalah tawakkuf sehingga ada dalil shahih yang menunjukkannya.</p>
<p>Syaikh al-albani dalam<em> Silsilah Dhaifah</em> (1/481) mengatakan: Ketahuilah bahwa setiap hadits yang menganjurkan untuk melaksanakan beberapa rakaat tertentu di antara maghrib dan isya&#8217; adalah tidak shahih, sebagiannya lebih dhaif dari yang lain. Dan sesungguhnya telah ada riwayat shahih tentang shalat di waktu ini dari praktek Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> tanpa menetapkan jumlah tertentu. Sedangkan yang berasal dari sabda beliau <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>, maka setiap hadits yang diriwayatkan darinya adalah bermasalah yang tidak boleh diamalkan. Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Shalat awwabin adalah shalat Dhuha itu sendiri yang dikerjakan saat matahari sudah meninggi dan memanaskan pasir dan bebatuan, sehingga anak onta mengangkat kakiknya karena kepanasan. Waktu itu menjelang tengah hari atau kira-kira seperempat jam sebelum adzan Dhuhur. Ini adalah waktu terbaik untuk mendirikan shalat Dhuha.</p>
<p>Sedangkan penamaannya untuk shalat di antara Maghrib dan Isya&#8217;, memang ada beberapa ulama yang mengakuinya, hanya saja riwayat-riwayat yang menerangkannya tidak ada yang shahih, dan ini diakui oleh Imam Syaukani dalam Nailul Authar. Sehingga yang lebih benar, bahwa shalat awwabin adalah shalat Dhuha itu sendiri yang dilaksanakan menjelang Dhuhur.</p>
<p>Karenanya sangat jelas perbedaannya dengan sunnah rawatib (shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu), khususnya antara Maghrib dan Isya&#8217;. Dan terdapat beberapa hadits shahih yang menerangkan tentang adanya shalat sunnah sesudah Maghrib yang berjumlah dua raka&#8217;at. Bahkan jumhur memasukkannya sebagai sunnah mu&#8217;akkadah (yang sangat-sangat ditekankan). Namun itu tidak dinamakan dengan shalat awwabin. Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam.</p>
<p>Oleh: Badrul Tamam</p>
<p>[PurWD/voa-islam.com]</p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/fiqh/'>Fiqh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=279&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/05/28/apa-itu-shalat-awwabin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/shalat-awwabin.gif&#38;h=235&#38;w=355&#38;zc=1" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ummu Hakim: Mujahidah Tangguh yang Menewaskan 7 Tentara Romawi</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/05/28/ummu-hakim-mujahidah-tangguh-yang-menewaskan-7-tentara-romawi/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/05/28/ummu-hakim-mujahidah-tangguh-yang-menewaskan-7-tentara-romawi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 10:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[UMMU HAKIM binti Harits bin Hisyam adalah sosok mujahidah tangguh, setelah ia memeluk Islam. Sebelum keislamannya, ia bersama suaminya Ikrimah bin Abu Jahal termasuk kelompok yang memerangi Rasulullah SAW dalam Perang Uhud. Ummu Hakim merupakan salah seorang dari sepuluh (10) perempuan terkemuka Quraisy yang memeluk Islam saat Fathu Makkah (penaklukan Mekkah). Ia adalah sosok istri, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=275&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignleft" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/ummu-hakim-mujahidah-tangguh.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" alt="" width="355" height="235" /></div>
<p><strong>UMMU HAKIM </strong>binti Harits bin Hisyam adalah sosok mujahidah tangguh, setelah ia memeluk Islam. Sebelum keislamannya, ia bersama suaminya Ikrimah bin Abu Jahal termasuk kelompok yang memerangi Rasulullah SAW dalam Perang Uhud. Ummu Hakim merupakan salah seorang dari sepuluh (10) perempuan terkemuka Quraisy yang memeluk Islam saat Fathu Makkah (penaklukan Mekkah).</p>
<p>Ia adalah sosok istri, yang sangat mendorong suami untuk masuk Islam dan berjihad, hingga meraih syahid.  Karena Ummu Hakim terlebih dahulu masuk Islam. Sedangkan suaminya, Ikrimah bin Abu Jahal, sempat melarikan diri dari kota Mekkah, saat penaklukan Mekkah. Disebabkan  takut dibunuh oleh kaum Muslimin.</p>
<p><span id="more-275"></span><strong>Mencari Suami</strong></p>
<p>Setelah berbai’at kepada Rasulullah SAW, Ummu Hakim berkata kepada Rasulullah SAW, “ Wahai Rasulullah, Ikrimah pergi melarikan diri ke Yaman. Dia takut engkau akan membunuh dia maka berilah jaminan keamanan untuk dia.” Rasulullah saw bersabda,” Dia dijamin keamanannya.”</p>
<p>Ummu Hakim segera bergegas keluar untuk mencari suaminya. Akhirnya, ia berhasil menjumpai Ikrimah ketika dia sudah berada di Pantai Tihamah. Dia akan segera berlayar mengarungi samudera. Ketika dia hendak menaiki bahtera, nahkodanya berkata kepada dia, “Ucapkanlah kalimat ikhlas!”</p>
<p>Ikrimah bertanya, “ Apakah yang harus aku ucapkan?”<br />
“Ucapkanlah la ilaha illallah .<br />
“Aku tidak lari, kecuali dari kalimat itu.”<br />
Ummu Hakim menjumpainya dan berkata, “ Wahai anak pamanku,  saya datang kepadamu dari hadapan orang yang paling kuat menyambung hubungan keluarga, orang yang paling banyak berbuat baik, dan orang yang paling baik. Engkau jangan membinasakan dirimu sendiri.” Aku sudah memintakan jaminan perlindungan untukmu dan mereka memberinya.”<br />
Ikrimah bertanya,” Benarkah kamu berbuat demikian ?<br />
Istrinya menjawab,” Iya, saya menyampaikan hal itu kepada beliau dan beliau memberikan jaminan keamanan untukmu.”</p>
<p><strong>Ikrimah bin Abu Jahal bersyahadat dan Gugur Syahid</strong></p>
<p>Ummu Hakim dan suaminya Ikrimah bin Abu Jahal segera menemui Rasulullah saw. Dan kehadirannya disambut gembira oleh Rasulullah saw.<br />
Ikrimah berkata, “ Wahai Muhammad, sesungguhnya istriku ini memberitahuku bahwa engkau memberi jaminan keamanan kepadaku.”<br />
Rasulullah saw menjawab, “ Benar, kamu aman.”<br />
“Kepada apa engkau mengajakku, wahai Muhammad ?”<br />
“Aku mengajakmu untuk bersaksi bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan bahwasanya aku adalah utusan Allah, kamu menegakkan sholat, kau tunaikan zakat, dan kamu kerjakan ini dan itu.” Sampai beliau menyebutkan semua ajaran Islam.<br />
“Demi Allah, tiadalah ajakanmu itu kecuali menuju kepada kebenaran dan perkara yang sangat bagus. Demi Allah, kamu sebelum mengumandangkan da’wah itu sudah dikenal sebagai orang yang paling benar ucapannya dan paling baik perilakunya.”<br />
“Sekarang aku bersaksi bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya sekaligus utusan-Nya.”</p>
<p>Pada suatu pertempuran melawan Romawi, Ikrimah bin Abu Jahal dan istrinya terlibat didalamnya. Ikrimah berjihad dengan sungguh-sungguh dan luar biasa. Alhamdulillah, Allah menghadiahkan syahid untuknya.<br />
Hayatilah wahai muslimah, betapa besar peran Ummu Hakim.  Dimulai sejak ia menjadi perantara antara suaminya dan Rasulullah saw hingga ia peroleh jaminan keamanan. Hingga sang suami bersyahadat, bahkan berakhir syahid di jalan-Nya.<br />
Sungguh, wahai muslimah, kita memiliki peran yang besar dalam mendukung perjuangan tegaknya Islam.</p>
<p><strong>Ummu Hakim menikah </strong></p>
<p>Setelah suaminya syahid, Ummu Hakim menikah dengan shahabat yang mulia, Khalid bin Sa’id bin Ash RA. Saat Khalid menyampaikan niatnya kepada Ummu Hakim. Beliau menjawab, “Apa tidak sebaiknya kita tunda saja, sampai Allah mengalahkan tentara Romawi yang akan menyerang kita nanti?”</p>
<p>Khalid berucap,” Firasatku mengatakan bahwa aku akan terbunuh pada perang besok.”<br />
Akhirnya, keesokkan harinya walimah pernikahan digelar dan penuh barokah. Makanan tidak kunjung habis, hingga tentara Romawi menyerang.</p>
<p>Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar! Khalid bin Sa’id bin Ash RA meraih syahid di hadapan istri tercinta.</p>
<p>Ummu Hakim, tak ingin tertinggal dengan peluang mulia yang ada. Dengan sigap ia meraih, tiang tenda, yang semalam digunakan untuk tenda walimah pernikahannya.<br />
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar !!! bi-iznilah ia berhasil membunuh 7 (tujuh) tentara Romawi.</p>
<p>Sungguh, dia telah mencapai puncak perjuangan. Semoga Allah meridhainya dan menjadikannya ridha. [ummu izzah/voa-islam.com]</p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/profil/'>Profil</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=275&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/05/28/ummu-hakim-mujahidah-tangguh-yang-menewaskan-7-tentara-romawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/ummu-hakim-mujahidah-tangguh.jpg&#38;h=235&#38;w=355&#38;zc=1" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Usamah bin Ladin: Sang Mujahid yang Berikrar untuk Perjuangan Islam</title>
		<link>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/05/28/usamah-bin-ladin-sang-mujahid-yang-berikrar-untuk-perjuangan-islam/</link>
		<comments>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/05/28/usamah-bin-ladin-sang-mujahid-yang-berikrar-untuk-perjuangan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 09:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajimiskin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajimiskin.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Usamah lahir dari keluarga kaya di Riyadh, Arab Saudi, tahun 1957. Ayahnya – Muhammad Ladin – imigran dari Yaman. Besar di Madinah dan Hijaz, Usamah menamatkan syudi ekonomi dan manajemen di Universitas King Abdul Aziz Jeddah serta menyelesaikan sekolah teknik di Inggris. Usamah lalu mengelola perusahaan konstruksi miliki ayahnya. Ia mewarisi kekayaan ayahnya senilai US$ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=270&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignleft" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/osama.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" alt="" width="300" height="235" /></div>
<p><strong></strong>Usamah lahir dari keluarga kaya di Riyadh, Arab Saudi, tahun 1957. Ayahnya – Muhammad Ladin – imigran dari Yaman. Besar di Madinah dan Hijaz, Usamah menamatkan syudi ekonomi dan manajemen di Universitas King Abdul Aziz Jeddah serta menyelesaikan sekolah teknik di Inggris. Usamah lalu mengelola perusahaan konstruksi miliki ayahnya. Ia mewarisi kekayaan ayahnya senilai US$ 300 juta.</p>
<p>Kekayaannya itu kemudian ia pergunakan untuk mengobarkan “jihad international” melawan AS. Ia berjihad ke Afghanistan tak lama setelah Uni Sovuet menyerbu negara itu di taun 1979. Di sana, Usamah berkawan dengan Ibnu Al Khaththatb, pejuang Islam dari Yordania yang disebut-sebut berada di barisan pejuang Muslim Dagestan (Rusia). Keduanya aktif membantu perjuangan kaum Muslimin di Afghanistan, Al Jazair, Bosnia, Chechnya, dan Dagestan.</p>
<p><span id="more-270"></span></p>
<p>Sepanjang tahun 1980-an, Usamah dan AS sendiri pernah berjalan seiring dalam menghadapi kekuatan Soviet. Namun, Usamah secara terang-terangan tetap menganggap, Washington sama saja dengan Moskow. Tetapi, saat itu prioritas utama yang harus dilawan adalah Moskow. Setelah perang usai, Usamah kembali ke Arab Saudi dan mengurus bisnis keluarga (1989).</p>
<p>Di tanah airnya, Usamah menjadi symbol perjuangan kelompok kritis terhadap Kerajaan Arab Saudi. Dia mengkritik habis sikap kerajaan yang mendukung AS menyerang Irak dan membiarkan tentara AS berkeliaran di Tanah Suci sejak Perang Teluk (1990).</p>
<p>Pada tahun 1994, Pemerintah Saudi mencabut paspor atas namanyua setelah Mesir, Al Jazair dan Yaman menuduhnya mendukung kelompok anti-pemerintah di negara-negara itu. Kewarganegaraan Usamah pun dicabut. Selanjutnya, Usamah pergi ke Sudan. Di sana, ia membantu pembangunan jalan yang menghubungkan ibukota Khartoum dengan pelabuhan dan bandara Sudan. Ia juga terjun dalam dunia bisnis ekspor barang-barang dari Sudan, seperti getah, jagung, bunga matahari dan wijen. Kepada wartawan Barat, Usamah menyebut dirinya petani (farmer).</p>
<p>Pada tahun 1995, Usamah pindah ke Afghanistan bersama pengikutnya. Ia tinggal di Jalalabad, Afghanistan timur. Pada April 1997, ia pindah ke Kandahar yang menjadi markas pemimpin tertinggi Taliban, Mullah Muhammad Umar.</p>
<p>Sejak kembali ke Afghanistan dan bergabung dengan Taliban, AS mulai memburu Usamah. Al Qaida mulai disebut-sebut sebagai nama organisasi yang didirikan Usamah. Tidak hanya itu, Al Qaida pun dijuluki “organisasi dan jaringan teroris internasional”.</p>
<p>Berbagai aksi peledakan dan pengeboman di sejumlah tempat hamper selalu dikaitkan dengan nama Al Qaida, mulai dari usaha pengeboman kapal induk AS di Timur Tengah, upaya peledakan Gedung WTC tahun 1993, penembakan helicopter AS di Somalia (1993), pengeboman Oklahoma City (1995), peledakan bom mobil di Riyadh dan Dhahran &#8211; Arab Saudi (1995), pengeboman Kedubes AS di Kenya dan Tanzania (1998), serangan WTC dan Pentagon 11 September 2011, sampai peledakan bom di Bali (12 Oktober 2002)</p>
<p>Presiden AS (waktu itu) Bill Clinton menyebut Usamah sebagai “sponsor dan pendukung terorisme internasional yang paling utama di dunia”. Usamah menjadi orang yang paling diburu nomor wahid. FBI menempatkan Usamah sebagai <em>the most wanted man</em> (orang yang paling dicari) dan menawarkan hadiah US$ 5 juta bagi siapa saja yang dapat menangkap Usamah hidup atau mati dan menyerahkannya ke AS, bahkan untuk sekedar informasi yang mengarah pada penangkapan Usamah.</p>
<p><strong>Kambinghitam Al Qaeda</strong></p>
<p>Sejak ditetapkan Pemerintah AS sebagai terdakwa pelaku peledakan Gedung WTC 11 September 2001, Usamah dan Al Qaida menjadi isu sentral yang diangkat AS dan antek-anteknya untuk memerangi kelompok-kelompok pejuang Islam di mancanegara. Setiapkali ada aksi teror, nama Al Qaida disebut-sebut sebagai tertuduh.</p>
<p>Stasiun TV Al Jazirah Qatar dan CNN sering menayangkan rekaman pidato Usamah baik berisi ancaman serangan ke AS maupun pesan-pesan bagi umat Islam dunia. Namun kalangan aktivis Islam lebih percaya, itu hanyalah rekayasa CIA untuk tetap menghidupkan Usamah dan Al Qaida sebagai sosok “teroris”. Beberapa media Barat seperti CNN, ITN World News, Washington Pos, dan New York Times telah berulangkali menyiarkan berita palsu soal rencana-rencana serangan Al Qaeda terhadap kepentingan AS dan sekutunya.</p>
<p>Al Qaida yang dikait-kaitkan dengan Tragedi WTC hingga kini pelaku sebenarnya masih belum jelas. Direktur FBI, Robert Muller, ketika itu pernah mengaku tak menemukan selembar pun bukti yang member indikasi Usamah bin Ladin dan Al Qaeda berada dibalik peledakan WTC. Yang pasti, Al Qaeda kerap dijadikan kambinghitam oleh AS dan sekutunya, setiap kali terjadi peristiwa pengeboman di sejumlah tempat, termasuk di Indonesia.</p>
<p>Sempat terjadi pro-kontra ihwal ada atau tidaknya organisasi Al Qaeda. Ada dugaan, Al Qaeda itu sebenarnya hanyalah rekaya CIA atau setidaknya hanyalah sebutan pers Barat bagi kelompok pengikut Usamah bin Ladin. Sejak Peristiwa 11 September, AS menjadikan Al Qaeda sebagai “target operasi”. Dengan dalih membasmi Al Qaeda yang dicapnya sebagai organisasi teroris, AS melakukan operasi militer di Afghanistan dan berhasil menggulingkan pemerintahan Taliban yang melindungi Al Qaeda.</p>
<p>Menelusuri jejak kemunculan Al Qaeda, semua hanya istilah dari garis perjuangan sebuah organisasi para mujahid di Afghanistan. Al Qaedah awalnya hanya sebuah Makhtab Al Khidmah, sebuah LSM yang didirikan oleh para veteran pejuang Afghanistan. Tokoh utamanya adalah Dr. Abdullah Azzam (tokoh Ikhwanul Muslimin asal Palestina yang syahid di Afghanistan tahun 1989) dan Usamah bin Ladin, yang merupakan salahsatu murid dekat Abdullah Azzam.</p>
<p>Namun belakangan, seiring dengan gencarjya “kampanye anti terorisme” yang dilakukan AS pasca Tragedi WTC, Al Qeada bergeser menjadi stigma bagi kalangan Islam fundamentalis yang bercita-cita menegakkan syariat islam atau mendirikan Daulah Islamiyah (negara Islam).</p>
<p>Semasa hidupnya, Usamah bin Ladin telah berikrar akan menginfaqkan seluruh harta dan jiwanya untuk perjuangan Islam. Cita-citanya adalah menegakkan syariat Islam dan menghidupkan kembali kekhalifahan Islam. Semoga Allah memuliakan beliau dan menerima amaliyah jihadnya membela kaum muslimin yang tertindas.<strong> (Desastian/dbs)</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://hajimiskin.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajimiskin.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajimiskin.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajimiskin.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajimiskin.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajimiskin.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajimiskin.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajimiskin.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajimiskin.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajimiskin.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajimiskin.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajimiskin.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajimiskin.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajimiskin.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajimiskin.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajimiskin.wordpress.com&amp;blog=10630720&amp;post=270&amp;subd=hajimiskin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajimiskin.wordpress.com/2011/05/28/usamah-bin-ladin-sang-mujahid-yang-berikrar-untuk-perjuangan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a4f17b691561ea22804d45ac777d0b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajimiskin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/osama.jpg&#38;h=235&#38;w=355&#38;zc=1" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
